Terbanyak dilihat Minggu ini

The Daihatsu Charade Life Line

by: Jenny McLane


Daihatsu Motor Co., Ltd. is actually a manufacturer of cars and vehicles that has its main headquarters located in Japan. This auto manufacturer is known for its designing and crafting of compact cars and small cars. In Japan, these small and compact cars are known as “kei jidosha”. At present, Daihatsu also researches and finds interesting and useful information on hybrids as well as on two stroke diesel engines.

Passenger car models from this manufacturer include the toy model of the Daihatsu Midget Applause, the Atrai, the Be-Go, the Boon, the Ceria, the Charade, the Compagno, the Consorte, the Copen, the Cuore, the Hijet, the Max, the Midget, the Move, the Rocky, the Sirion, the Taruna, the Terios, the Valera, the Xenia, and the YRV.

Customers, Daihatsu owners, and aficionados can come across really durable replacement parts, auto parts, and accessories on websites like http://www.partstrain.com. Moreover, these online stores hold a wide and varied collection of quality and budget friendly Daihatsu parts and accessories. The Auto Parts Online’s collection of Daihatsu parts includes condensers, catalytic converters, coolant tanks, electrical parts, engine parts, exhausts, fenders, fender flares, fender trims, grilles, hoods, oxygen sensors, radiators, and starters just to name a few. Available 24 hours a day, Auto Parts Online has available customer service representatives ready to serve the most demanding needs and inquiries regarding auto parts.

Since 1977, the Daihatsu Charade has already been roaming the streets and roads. Unlike the usual small and compact car from the Daihatsu company, this vehicle is actually a large compact car. It has been crafted so as to be able to have a point of comparison with its competitors. The year that this vehicle first rolled off the manufacturing plants, that first generation of Daihatsu Charades, or was known to be the G10, came available as a hatchback with either three doors or five doors. The power came from a 993 cc engine with three cylinders. It held the capability to create 50 hp JIS.

The next batch came in 1983 and this next batch of Daihatsu Charades was known as the G11. The same body styles remained. This time, however, it held several variations in its 1.0 liter engine with cylinders. Among those was the turbocharged version of this that was capable of creating 68 hp JIS and a Diesel version as well. Made available for the first time was a five speed manual transmission. Two versions were made with this batch and it was the square eye and the cat eye versions.

Two more generations followed after the G11. The third generation came in 1987 and the last generation found its way in 1994. The third generation of 1987 was came to be known as the G100 series. As per the fourth generation of Daihatsu Charades that entered the scene in 1994, that group was dubbed as the G200 series. The crafting and production of the Daihatsu Charade stopped completely in 2005 and was later on replaced by the Daihatsu Sirion and the Daihatsu YRV.

About The Author

Jenny McLane is a 36 year old native of Iowa and has a knack for research on cars and anything and everything about it. She works full time as a Market Analyst for one of the leading car parts suppliers in the country today.

This article was posted on March 08, 2006
Read more!

Kapan Ban Harus Diganti?

Alfian Ritchie
KudaMas Autoindo

Seperti produksi massal lainnya, ban memiliki masa pakai yang terbatas.
Material ban bisa susut kualitasnya kalau disimpan terlalu lama. Tidak Cuma itu, karet bundar yang terlihat bagus dari luar juga harus diganti apabila masanya sudah kadaluarsa. Begitu juga pengaruh cuaca. Perubahan suhu udara juga menjadi penyebab kerusakan ban.


Ada beberapa faktor yang menandakan kapan ban harus diganti. Namun ada
baiknya menyimak beberapa pengetahuan tentang ban.

Biasanya produsen menentukan ketebalan kembangan ban dengan apa yang
disebut remaining tread depth (RTD). Ketebalan alur kembangan yang
dianjurkan minimal 1.6 mm. Bila mobil sering dipacu dalam kecepatan tinggi atau sering melalui jalan bebas hambatan (tol), maka batas ketebalan RTD setidaknya tidak kurang dari 2,4 mm. Jika RTD lebih kecil dari angka-angka tersebut, ban harus diganti baru.

Tekanan angin juga sangat berpengaruh terhadap keausan ban. Agar ban tidak cepat gundul, sebaiknya berilah tekanan angin yang sesuai dengan ukuran dan daya tampung kendaraan.

Selain itu produsen juga melengkapi indikator keausan yang dikenal dengan istilah tread wear indicator (TWI). Indikator ini bentuknya berupa benjolan kecil dengan posisi melintang persis di telapak ban. Saat alur kembangan itu sudah sama dengan tanda TWI, berarti ban harus diganti.

Hindarkan pula penggunaan ban vulkanisir. Walaupun alur kembangannya
terlihat tebal, ban vulkanisir tetap saja tidak baik untuk digunakan.
Karena jenis ban yang demikian merupakan hasil "permakan" dari ban bekas.

Bahkan yang lebih parah lagi ban gundul itu diukir agar terkesan baru.
Padahal ban yang seperti ini berisiko terhadap keselamatan jika digunakan. Unsur kelainan dan cacat fisik, seperti benjol atau retak haruslah cepat disingkirkan dengan mengganti ban baru meski RTD- nya masih tebal. Kelainan fisik seperti itu menunjukna kerusakan pada kontruksi dalam ban. Bila dibiarkan akan menyebabkan resiko pecah ban.

Selain itu, perhatikan batas kadaluarsa ban. Biasanya umur pakai ban bisa mencapai 3 sampai 5 tahun terhitung sejak ban diproduksi. Nah untuk mengetahu masa ban pakai, bisa dilihat pada dinding ban, yang berisi petunjuk waktu dalam hitungan minggu dan tahun pembuatannya. Misalnya tertulis 0106, berarti ban itu diproduksi pada minggu pertama tahun 2006.

Meski karet bundar ini bisa bertahan 4 sampai 5 tahun lebih, sebaiknya
untuk cuaca tropis dianjurkan setiap 3 tahun sekali ban harus diganti.

Read more!

Mesin tidak bisa start.

Saya mau berbagi pengalaman dan juga pengalaman rekan-rekan.
Kalau Mesin tidak mau Start, padahal Dinamo Starter dan Aki dalam kondisi bagus,


1. Coba Chek koneksi antar Relay dengan Dinamo Starter biasanya Terminalnya kotor atau kendur atau bisa juga koneksi relay ada yang short sehingga menyebabkan aki habis.

2. Coba periksa kabel yang dari Plus Aki yang warnanya merah dan agak besar, mungkin terminatornya sudah longgar.

3. Kalo Indikator lampu mati semua periksa Fusible link yang posisinya dekat dengan accu, mungkin kendor soketnya atau putus.

5. Kunci kontak yang "tidak" bekerja dengan baik, periksa sambungan soket kabel dan kondisi kunci kontak

Sumber:
Pengalaman, milis, tips pak Dwi dll.
Read more!

Busi Denso untuk Classy & Winner

(Bung zon)
Sekedar info, busi Denso untuk Classy & Winner yang paling pas adalah
K20PRU11,

Umumunya dipasaran didapati K20P-U. K20P-U tetap bisa
dipergunakan akan tetapi yang paling pas adalah K20PRU11, memang
harganya lebih mahal 3000 rupiar per buah

Menurut bung Zon, kalau mempergunakan K20PRU11, pembakaran lebih sempurna
dan efeknya adalah penghematan bahan bakar.

Sticker tentang type busi yang direkomendasi biasanya di tempel di
tutup saringan/filter udara.
Read more!

Kerjakan sendiri. Kuras radiator daihatsu charade classy

Artikel ini disarikan dari milis (Om Kiky) dan pengalaman penulis sendiri.

Salah satu keluhan yang kerap dialami pengguna daihatsu classy adalah mesin panas. Pengalaman penulis sendiri, bila komponen pendinginan dirawat dengan apik, hal tersebut tidak akan terjadi. Komponen pendinginan mesin yang akan dibahas saat ini adalah radiator. Dimana fungsi dari radiator adalah mendinginkan air keluaran dari mesin yang panas dengan menggunakan media transfer udara yang dihembuskan oleh fan radiator ke radiator. Keluaran air dari radiator diharapkan akan cukup dingin untuk mendinginkan mesin.

Kerap ditemui permasalahan pada radiator adalah mampetnya aliran air pada fin radiator mengakibatkan proses pendinginan menjadi kurang dan akibatnya air yang masuk ke dalam mesin masih panas. Perawatan rutin diharapkan dapat mengurangi masalah tsb.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan cukup sederhana seperti di bawah ini:

1. Buka baut kupu2 radiator (posisi di bawah). Apabila susah, bisa menggunakan tang.
2. buka tutup radiatornya, biasanya air di dalam radiator akan mengalir ke bawah (drain-out). Hati-hati apabila airnya masih panas.
3. Sambil membuang air (drain-out), isi air ke dalam radiator menggunakan selang, juga bersihkan tabung cadangannya.
4. Hidupkan mesin (2 - 5 menit). Sambil mengisi air menggunakan selang.
5. Matikan mesin, tunggu sampai sisa air di dalam radiator habis.
6. Ulangi No.4 beberapa kali sampai kondisi air buangan tidak kotor.
7. Setelah selesai, matikan mesin, tunggu sampai sisa air di dalam radiator habis, tutup baut kupu2 nya, isi radiator dengan air.
8. Isi radiator sampai penuh, tabung cadangannya biarkan kosong terlebih dahulu.
9. Hidupkan mesin, isi lagi air radiator (pasti berkurang).
10.Setelah penuh, tutup radiatornya, kemudian isi air di tabung cadangan sampai max.

Pengalaman penulis, air radiator sangat mempengaruhi lifetime dari radiator sbb:
- Jangan sembarangan dalam menggunakan radiator coolant.
- Jangan menggunakan air sembarangan (karena kandungan solid tinggi).
Read more!

Lembar jadwal perawatan berkala


Bagi mobil yang memang sudah berumur ini, perlu kiranya dibuat jadwal perawatan berkala agar mudah dalam mengingat apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum. Jadwal perawatan berkala ini saya buat dan olah berdasarkan panduan dari website daihatsu indonesia.
Penggunaan pun cukup mudah, Download file lembar jadwal perawatan berkala, print out dan simpan untuk memudahkan dikemudian hari. Pada lembar tersebut, bila terdapat tanda lingkaran berarti hal tsb perlu dilakukan. Setelah perawatan dilakukan cukup diberi mark / ditandai pada bagian yang sudah dilakukan. Berdasarkan pengalaman, lembar jadwal perawatan berkala ini sangat membantu penulis.

Download file lembar jadwal perawatan berkala

Catatan: Ini hanya merupakan panduan untuk mempermudah penulis. Bila ada kesalahan / kekurangan silahkan beri masukan.

Read more!

Rekaman, rangkuman dan pengalaman penulis bersama daihatsu charade classy.

Artikel ini dihadirkan dengan melihat pengalaman penulis sendiri yang mengalami berbagai hal dengan mobil daihatsu charade khususnya charade classy,
juga rangkuman dari tanya jawab yang terdapat di milis.Saya mengucapkan terimakasih bagi teman2 yang banyak membantu pada saat menemui kesulitan dalam merawat classy.
Harapan penulis, sekelumit tulisan ini dapat sedikit banyak membantu para pengguna daihatsu charade classy / winner.

Tentu saja akan banyak kekurangan disana-sini, dengan bantuan teman-teman dengan berjalannya waktu, semoga kekurangan tersebut dapat penulis perbaiki.

Selamat membaca.
Ilham M
Read more!

Terimakasih

Kami akan segera memproses pesanan anda, setelah mengkonfirmasi pembayaran telah diterima
Read more!